Showing posts with label atraksi wisata. Show all posts
Showing posts with label atraksi wisata. Show all posts

Friday, May 15, 2009

Desa wisata

Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. ( Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3)

Terdapat dua konsep yang utama dalam komponen desa wisata :
1. Akomodasi : sebagian dari tempat tinggal para penduduk setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk.

2. Atraksi : seluruh kehidupan keseharian penduduk setempat beserta setting fisik lokasi desa yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipasi aktif seperti : kursus tari, bahasa dan lain-lain yang spesifik.

Kriteria Desa Wisata

Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu :
  1. Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.
  2. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
  3. Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.
  4. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
  5. Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.

Masing-masing kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu desa untuk kemudian menetukan apakah suatu desa akan menjadi desa dengan tipe berhenti sejenak, tipe one day trip atau tipe tinggal inap.


Sedangkan Edward Inskeep, dalam Tourism Planning An Integrated and Sustainable Development Approach, hal. 166 memberikan definisi : Village Tourism, where small groups of tourist stay in or near traditional, often remote villages and learn about village life and the local environment. Inskeep : Wisata pedesaan dimana sekelompok kecil wisatawan tinggal dalam atau dekat dengan suasana tradisional, sering di desa-desa yang terpencil dan belajar tentang kehidupan pedesaan dan lingkungan setempat.

Atraksi Kegiatan Wisata Kali Adem

a. Pengamatan G. Merapi dan Aktivitasnya

G. Merapi merupakan salah satu dari 129 gunung api paling aktif di dunia. Aktivitasnya dicirikan oleh keluarnya awan panas dengan sushu mencapi 600 - 800oC dan jarak luncur sejauh 3 - 13 km tetapi aktivitas kecil seperti guguran kubah lava dan lelehan lava pijar terjadi setiap hari dan merupakan atraksi yang sangat eksotik terutama pada malam hari.

b. Keindah Alam dan Kesegaran dan Kesejukan Udara Pegunungan

Kenampakan visual topografi lereng dan lembah G. Merapi terutama Lembah K. Kuning, K. Gendol dan Bebeng dengan hutan alam dan udara yang sejuk serta berbagai jenis tumbuhan nampak sangat eksotik dan atraktif.

c. Kegiatan Berkemah

Kegiatan berkemah dapat dilakukan di sekitar K. Kuning, Kinahrejo dan Kaliadem. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh para remaja pada saat liburan. Selain berkemah dapat pula dilakukan kegiatan pembekalan outdoor management, dan kepencinta-alaman lainnya.

d. Kegiatan Jelajah Alam (Trecking)

Bebarapa alternatif jalur trecking yang dapat dilalui antara lain :
Pusat Informasi Pariwisata (PIP) Kaliadem - Gua Jepang (Kalitengah Lor) - Klangon - Ds. Kaliadem - PIP Kaliadem.
PIP Kaliadem - Kinahrejo - Ngrangkah - Lembah K. Kuning - G. Plawangan - Dam Plunyon - Pangukrejo - Ds. Kaliadem - PIP Kaliadem.
PIP Kaliadem - Ds. Kaliadem - Pangukrejo - DAM Plunyon - Bendosari - PIP Kaliadem.
PIP Kaliadem - Ds. Kaliadem - Jambu Petung Merapi Golf - PIP Kaliadem.
Vogels (Kaliurang) - Bendosari - Dam Plunyon Pangukrejo - Ngrangkah - Kinahrejo - PIP Kaliadem.

Kegiatan jelajah alam ini akan dipandu oelh pemandu wisata dan tim pengaman.

e. Wisata Agro

Kegiatan wisata agro di Kawasan Kaliadem dan sekitarnya umumnya menikmati dan melihat kegiatan masyarakat dalam hal bertani, diantaranya : bersawah yakni menanam padi, berkebun dengan tanaman buah : nagka, melinjo, sawo, singkong, jagung, pepaya, pisang juga tanaman cengkeh, kopi dan tanaman sayuran. Kegiatan lain yang dapat menjadi daya tarik adalah kegiatan beternak sapi yang banyak dilakukan oleh penduduk di sekitar Kaliadem. Wisatawan dapat melihat tata laksana memeras susu dari sapi perah jenis FH (Fries Holland). Lokasi kegiatan wisata agro antara lain : Bendosari, tanaman kopi ds. Kepuharjo, Klangon.

f. Melihat dan Menikmati Alam Pedesaan
Pemukiman penduduk dengan rumah yang berarsitektur tradisional Jawa di Kepuharjo dan Umbulharjo secara umum.
Sosialisasi kehidupan di masyarakat Kepuharjo dan Umbulharjo yang ramah dan penuh dengan suasana kegotongroyongan.
Atraksi kesenian tradisional masyarakat di sekitar Kawasan Kinahrejo - Kalikuning - Kaliadem.

g. Melihat Upacara Ritual dan Tradisional
Upacara prosesi labuhan ke G. Merapi yang dilakukan oleh Kesultanan Kraton Yogyakarta di Dss. Kinahrejo pada Bulan Rejeb.
Upacara selamatan rutin dan selamatan insidentil seperti selamatan ternak pada bulan puasa, sunatan atau midang.
Upacara selamatan rutin dan selamatan insidentil seperti selamatan ternak pada bulan puasa, sunatan atau midang.