Showing posts with label jogjakarta. Show all posts
Showing posts with label jogjakarta. Show all posts

Friday, May 15, 2009

Atraksi Kegiatan Wisata Kali Adem

a. Pengamatan G. Merapi dan Aktivitasnya

G. Merapi merupakan salah satu dari 129 gunung api paling aktif di dunia. Aktivitasnya dicirikan oleh keluarnya awan panas dengan sushu mencapi 600 - 800oC dan jarak luncur sejauh 3 - 13 km tetapi aktivitas kecil seperti guguran kubah lava dan lelehan lava pijar terjadi setiap hari dan merupakan atraksi yang sangat eksotik terutama pada malam hari.

b. Keindah Alam dan Kesegaran dan Kesejukan Udara Pegunungan

Kenampakan visual topografi lereng dan lembah G. Merapi terutama Lembah K. Kuning, K. Gendol dan Bebeng dengan hutan alam dan udara yang sejuk serta berbagai jenis tumbuhan nampak sangat eksotik dan atraktif.

c. Kegiatan Berkemah

Kegiatan berkemah dapat dilakukan di sekitar K. Kuning, Kinahrejo dan Kaliadem. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh para remaja pada saat liburan. Selain berkemah dapat pula dilakukan kegiatan pembekalan outdoor management, dan kepencinta-alaman lainnya.

d. Kegiatan Jelajah Alam (Trecking)

Bebarapa alternatif jalur trecking yang dapat dilalui antara lain :
Pusat Informasi Pariwisata (PIP) Kaliadem - Gua Jepang (Kalitengah Lor) - Klangon - Ds. Kaliadem - PIP Kaliadem.
PIP Kaliadem - Kinahrejo - Ngrangkah - Lembah K. Kuning - G. Plawangan - Dam Plunyon - Pangukrejo - Ds. Kaliadem - PIP Kaliadem.
PIP Kaliadem - Ds. Kaliadem - Pangukrejo - DAM Plunyon - Bendosari - PIP Kaliadem.
PIP Kaliadem - Ds. Kaliadem - Jambu Petung Merapi Golf - PIP Kaliadem.
Vogels (Kaliurang) - Bendosari - Dam Plunyon Pangukrejo - Ngrangkah - Kinahrejo - PIP Kaliadem.

Kegiatan jelajah alam ini akan dipandu oelh pemandu wisata dan tim pengaman.

e. Wisata Agro

Kegiatan wisata agro di Kawasan Kaliadem dan sekitarnya umumnya menikmati dan melihat kegiatan masyarakat dalam hal bertani, diantaranya : bersawah yakni menanam padi, berkebun dengan tanaman buah : nagka, melinjo, sawo, singkong, jagung, pepaya, pisang juga tanaman cengkeh, kopi dan tanaman sayuran. Kegiatan lain yang dapat menjadi daya tarik adalah kegiatan beternak sapi yang banyak dilakukan oleh penduduk di sekitar Kaliadem. Wisatawan dapat melihat tata laksana memeras susu dari sapi perah jenis FH (Fries Holland). Lokasi kegiatan wisata agro antara lain : Bendosari, tanaman kopi ds. Kepuharjo, Klangon.

f. Melihat dan Menikmati Alam Pedesaan
Pemukiman penduduk dengan rumah yang berarsitektur tradisional Jawa di Kepuharjo dan Umbulharjo secara umum.
Sosialisasi kehidupan di masyarakat Kepuharjo dan Umbulharjo yang ramah dan penuh dengan suasana kegotongroyongan.
Atraksi kesenian tradisional masyarakat di sekitar Kawasan Kinahrejo - Kalikuning - Kaliadem.

g. Melihat Upacara Ritual dan Tradisional
Upacara prosesi labuhan ke G. Merapi yang dilakukan oleh Kesultanan Kraton Yogyakarta di Dss. Kinahrejo pada Bulan Rejeb.
Upacara selamatan rutin dan selamatan insidentil seperti selamatan ternak pada bulan puasa, sunatan atau midang.
Upacara selamatan rutin dan selamatan insidentil seperti selamatan ternak pada bulan puasa, sunatan atau midang.

PENGEMBANGAN EKOWISATA KAWASAN KALIADEM DAN SEKITARNYA

Daerah Kaliadem termasuk kawasan di lereng selatan G. Merapi dengan ketinggan 1100 m di atas permukaan laut dan secara administratif termasuk Desa Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman. Kawasan ini memiliki udara sejuk dan memiliki banyak keindahan dan keunikan alam. Keberadaan G. Merapi dengan fenomena vulkaniknya, morfologi gunung dan lembahnya, hutan alam dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kondisi sosial budaya yang unik merupakan potensi yang sangat besar untuk kegiatan wisata alam (ekowisata).

Daerah Kaliadem yang termasuk dalam koridor Kawasan Kaliurang-Kalikuning-Kaliadem-Klangon, terletak kurang lebih 25 - 30 km ke arah utara Kota Yogyakarta. Lokasi tersebut dapat ditempuh dari Yogyakarta (melalui Jl. Kaliurang), dari Solo (melalui Prambanan dan Cangkringan) atau dari Borobudur/ Magelang (melalui Tempel dan Turi).

Oleh karena kawasan ini merupakan daerah bahaya G. merapi maka upaya pengembangan ekowisata di kawasan tersebut harus dilengkapi dengan sistem penanggulangan bencana G. Merapi baik dari segi teknologi informasinya, teknologi mitigasinya maupun sistem kelembagaannya

Obyek dan Daya Tarik Wisata
Bentang alam yang sangat indah, segar, bebas polusi dan masih alami. Keindahan alam ini didukung oleh kondisi topografi dan hutam alam dengan jenis flora dan fauna yang beraneka ragam. Hal tersebut sangat menarik dan mendukung untuk tempat rekreasi, berkemah, lintas alam, jelajah alam dan kegiatan cinta alam lainnya.

Budaya masyarakat pedesaan yang masih asli antara lain dalam hal bercocok tanam padi, beternak, mencari rumput, menggali pasir, memasak dengan cara tradisional sangat potensiil menjadi obyek wisata dan menarik untuk dilihat.

Upacara tradisional dan ritual seperti upacara labuhan ke G. Merapi, selamatan, dan kesenian tradisional yang ada di Kawasan Kinahrejo Kaliadem merupakan daya tarik dan sangat berpotensi sebagai obyek wisata minat khusus. Upacara labuhan diadakan secara turun temurun sebagai sikap hormat penduduk terhadap kekuatan ghaib di G. Merapi. Upacara ini dilakukan pada Bulan Rejeb dan prosesinya dimulai dari Kraton Yogyakarta. Sehari sebelumnya dilakukan tirakatan di rumah Juru Kunci Merapi di Kinahrejo. Sedang kesenian tradisonal yang berkembang adalah ketoprak, wayang kulit, jatilan, selawatan, dan dolala yang juga merupakan event wisata yang cukup menarik. Kesenian tersebut biasanya dipentaskan dalam upacara arak-arakan pengantin, sunatan maupun midangan.
sumber : http://p3tl.bppt.go.id