Salak pondoh ini berasal dari Desa Nglumut, Magelang Jawa Tengah dan merupakan varietas unggul terbaru. Bentuk buanya segi tiga atau bulat telur terbalik dengan pangkal meruncing. Kulit buah bersisik tersusun seperti genting pendek dan berwarna cokelat kekuningan. Dinding kulit bagian dalam berserat dan berdaging putih kekuningan. Salak pondoh Nglumut yang masih muda rasanya manis keasaman dan setelah tua rasanya menjadi semakin manis. Jumlah biji dalam setiap buah antara 2-3. Bijinya berwarna kecokelatan, keras, dan terdapat sisi cembung serta datar. Ukuran buahnya cukup besar, panjang antara 2,5-8 cm dan berat sekitar 70 g/buah. Jumlah buah per tandan antara 10-50 buah
Thursday, December 17, 2009
Salak Pondoh
Salak Pondoh adalah salah satu jenis salak yang sangat "fenomenal", salak pondoh ini sangat digemari di Indonesia. Daging buahnya berwarna putih kekuningan ditutupi sisik kasar berwarna kecoklatan. Salak pondoh adalah jenis salak yang paling manis rasanya. Daging buahnya keras namun renyah. Rasanya pun sangat khas dan membuat ketagihan. Sehingga salak pondoh menjadi buah primadona dari kota Jogjakarta.
sumber : http://www.salakpondoh.com
Harga Salak Pondoh Rp 1.000,00/kg
Senin, 30 November 2009 , 09:13:00
SLEMAN, (PRLM). - Memasuki musim panen harga salak pondoh di sentra perkebunan salak di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun drastis hingga lebih dari 50 persen.
"Dalam satu minggu terakhir ini harga salak pondoh anjlok sekali hingga harganya hanya berkisar Rp 1.000,00 hingga Rp 1.500,00 per kilogram (Kg) dari sebelumnya sekitar Rp 4.500,00" kata Sumarni pedagang salak di Kecamatan Turi, SeniN (30/11).
Menurut dia, anjloknya harga salak pondoh yang merupakan komoditi andalan Kabupaten Sleman ini karena saat ini hampir semua petani tengah panen raya. "Stok salak pondoh melimpah saat ini karena panen dinilai berhasil dan hampir seluruh petani panen raya sehingga mereka banting harga agar salaknya laku," katanya kepada “Antara”.
Hal sama juga dikatakan Arum pedagang salak di Kecamatan Turi yang menyebutkan bahwa harga salak pondoh turun drastis karena selain panen raya juga akibat beberapa komoditi buah lainnya juga sedang panen.
"Anjloknya harga salak pondoh juga dipengaruhi berbagai macam buah seperti mangga dan semangka yang juga sedang panen raya sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif," katanya.
Ia mengatakan dalam satu minggu terakhir ini harga salak pondoh terus mengalami penurunan. "Jika minggu lalu kami masih dapat menjual salak dengan harga Rp 2.500,00 per kg kini harganya hanya berkisar pada Rp 1.000,00 hingga Rp1.500,00 per kg, sedangkan kalau tidak sedang masa panen harganya bisa mencapai Rp 7.000,00 per kg," katanya.
Ia berharap dalam waktu dekat ini terutama menjelang akhir tahun harga salak pondoh kembali tinggi karena dirinya masih memiliki persediaan di rumahnya.
"Pada libur panjang Iduladha kemarin memang penjualan meningkat namun karena harganya anjlok jadi tidak begitu berarti, kami harapkan dalam beberapa hari ke depan harga salak pondoh kembali tinggi terutama menjelang akhir tahun," katanya. (A-147)***
SLEMAN, (PRLM). - Memasuki musim panen harga salak pondoh di sentra perkebunan salak di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun drastis hingga lebih dari 50 persen.
"Dalam satu minggu terakhir ini harga salak pondoh anjlok sekali hingga harganya hanya berkisar Rp 1.000,00 hingga Rp 1.500,00 per kilogram (Kg) dari sebelumnya sekitar Rp 4.500,00" kata Sumarni pedagang salak di Kecamatan Turi, SeniN (30/11).
Menurut dia, anjloknya harga salak pondoh yang merupakan komoditi andalan Kabupaten Sleman ini karena saat ini hampir semua petani tengah panen raya. "Stok salak pondoh melimpah saat ini karena panen dinilai berhasil dan hampir seluruh petani panen raya sehingga mereka banting harga agar salaknya laku," katanya kepada “Antara”.
Hal sama juga dikatakan Arum pedagang salak di Kecamatan Turi yang menyebutkan bahwa harga salak pondoh turun drastis karena selain panen raya juga akibat beberapa komoditi buah lainnya juga sedang panen.
"Anjloknya harga salak pondoh juga dipengaruhi berbagai macam buah seperti mangga dan semangka yang juga sedang panen raya sehingga masyarakat memiliki banyak alternatif," katanya.
Ia mengatakan dalam satu minggu terakhir ini harga salak pondoh terus mengalami penurunan. "Jika minggu lalu kami masih dapat menjual salak dengan harga Rp 2.500,00 per kg kini harganya hanya berkisar pada Rp 1.000,00 hingga Rp1.500,00 per kg, sedangkan kalau tidak sedang masa panen harganya bisa mencapai Rp 7.000,00 per kg," katanya.
Ia berharap dalam waktu dekat ini terutama menjelang akhir tahun harga salak pondoh kembali tinggi karena dirinya masih memiliki persediaan di rumahnya.
"Pada libur panjang Iduladha kemarin memang penjualan meningkat namun karena harganya anjlok jadi tidak begitu berarti, kami harapkan dalam beberapa hari ke depan harga salak pondoh kembali tinggi terutama menjelang akhir tahun," katanya. (A-147)***
Salak Bali
Salak Bali is commonly sold all over the island of Bali, and is a popular fruit with both locals and tourists. It is also a favourite fruit of the monkeys found in the famous "Monkey Forests", with the animals often stealing fruit from visitors, especially children whom they see as an easier target. The fruit is roughly the size of a large fig, and has a crunchy and moist consistency. The fruit has a starchy 'mouth feel', and a flavour remeniscent of dilute pineapple and lemon juice.
sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Salak
Salak pondoh
Salak pondoh is an important fruit in Yogyakarta province. In the five years to 1999, the annual production of salak pondoh in Yogyakarta doubled to 28,666 tons. The popularity of salak pondoh (compared with other cultivars) among local Indonesian consumers is mainly due to the intensity of its aroma, which can be overripe and sweaty even before full maturation.[1] The salak pondoh cultivar has been produced outside the province. However, the distinctive aroma of salak pondoh is not as popular among non-native consumers.[1]
Salak pondoh has three more superior variations, namely pondoh super, pondoh hitam (black pondoh), and pondoh gading (ivory-english term for gading / yellowish-skinned pondoh)
Salak pondoh has three more superior variations, namely pondoh super, pondoh hitam (black pondoh), and pondoh gading (ivory-english term for gading / yellowish-skinned pondoh)
Salak
Salak (Salacca zalacca) is a species of palm tree (family Arecaceae) native to Indonesia and Malaysia. It is a very short-stemmed palm, with leaves up to 6m long; each leaf has a 2m long petiole with spines up to 15cm long, and numerous leaflets.
The fruit grow in clusters at the base of the palm, and are also known as snake fruit due to the reddish-brown scaly skin. They are about the size and shape of a ripe fig, with a distinct tip. The pulp is edible. The fruit can be peeled by pinching the tip which should cause the skin to slough off so it can be pulled away. The fruit inside consists of three lobes, each containing a large inedible seed. The lobes resemble, and have the consistency of, large peeled garlic cloves. The taste is usually sweet and acidic, but its apple-like texture can vary from very dry and crumbly (salak pondoh from Yogyakarta) to moist and crunchy (salak Bali).
The fruit grow in clusters at the base of the palm, and are also known as snake fruit due to the reddish-brown scaly skin. They are about the size and shape of a ripe fig, with a distinct tip. The pulp is edible. The fruit can be peeled by pinching the tip which should cause the skin to slough off so it can be pulled away. The fruit inside consists of three lobes, each containing a large inedible seed. The lobes resemble, and have the consistency of, large peeled garlic cloves. The taste is usually sweet and acidic, but its apple-like texture can vary from very dry and crumbly (salak pondoh from Yogyakarta) to moist and crunchy (salak Bali).
sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Salak
Friday, June 12, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)